Bikin SIM (3)..

Karena kesibukan saya (padahal males), akhirnya saya berkesempatann juga melanjutkan cerita pengalaman membuat SIM. Bagi yang belum membaca cerita sebelumnya, bisa diliat di pengalaman pertama (walah kata2nya) kemudian pengalaman kedua..

Sekarang, mari kita lanjutkan..

Dari tes praktik kemarin, jujur saja, saya pesimis akan bisa melewatinya. Tes yang nyaris mustahil bisa dilewati oleh banyak orang kecuali mereka yg sudah terlatih ditempat itu, begitu anggapan saya.
Begitu saya ceritakan kegagalan ini, mereka (keluarga dan teman) semakin mendorong saya untuk lewat jalur cepat alias jalur tidak sehat atau nyogok istilah pasarannya. Well, usaha mereka berhasil, saya pun terpengaruh (roboh juga pertahanan saya hehe). Alasan utama, tentunya masalah waktu. Karena saya sudah bekerja kembali, tentunya akan cukup merepotkan jika saya harus bolak-balik.

Hari itu pun tiba,
31 Maret 2011
Berangkat jm 10an. sampe setengah11an.
Tidak lupa, saya sudah menyiapkan ‘rezeki’ x ribu rupiah di saku untuk si instruktur (hehe buat jaga-jaga). Begitu sampai sana, saya langsung menuju tkp. Seperti biasa (sepengamatan saya), tidak ada sekali pun saya mendapati kendaran itu digunakan untuk praktek. Paling2 mereka (para pengurus SIM) hanya sampai tenda, tempat polisi instruktur berada, kemudian langsung balik lagi.. tanpa sama sekali menyentuh kendaraan..hmm..

Ada dua orang polisi instruktur di tenda, yang satu masih muda yang satu lagi sudah agak tua. Yang menjadi pendamping tes adalah yang muda. Tanpa penjelasan panjang lebar, saya langsung melakukan tes.

Tes 1, Maju dan muncur lancar..πŸ™‚
Tes 2, maju zigzag.. menjatuhkan satu tiang..😦
Tes 3, mundur zigzag lancar..πŸ™‚
Tes 4, parkir mundur lancar..πŸ™‚
Tes 5, parkir paralel pun lanacar..πŸ™‚

Jujur saja saya tidak menyangka akan selancar ini, alhamdulillaah..πŸ˜€
Tapi.. si pak polisi muda ini sepertinya ‘tidak terima’. Dengan berbagai alasan seperti, ‘jalannya masih kyak pemula’, ‘menjatuhkan 2 tiang’, dll, ia minta saya untuk mengulang lagi seminggu kemudian kalau tidak bisa sebulan lagi.. Saya pun memberikan alasan kepadanya kalau saya khawatir tidak sempat karena ada rencana keluar kota.. ia pun memberikan saran, ‘ya udah setahun lagi atau sesempatnya’.. Gubrak. Ini polisi ngajakin ribut kayaknya hehe.. saya pun langsung tanggap, ooh pasti minta ‘itu’ ya.. ya sudahlah.. baru berniat mengambil sesuatu di saku baju eh si pak polisinya keluar.. ga jadi deh..πŸ™‚
Di tenda, ada pembicaraan sejenak. Intinya, pak polisi tua itu berkata, ‘Ya sudah, kali ini saya bantu’ dan tanda tangan pun dilakukan.. Luluus..πŸ˜€

Kemudian kembali ke loket tempat praktek untuk mendapatkan surat keterangan lulus.. sambil menunggu saya perhatikan mereka yang sedang tes kendaraan roda dua dan beberapa temannya yang juga menunggu tes..
“Kena biaya berapa mas?” tiba2 seorang keturuan cina -yg juga sedang menunggu bertanya pada saya..
“kena apa pak? oh,190rb” saya agak kaget..
“190?? ga lewat ‘jalur’ ya?” tanyanya lagi..
“maksudnya pak?” maklum saya ga tau istilah itu apa maksudnya.. saya pun langsung paham, “oh, enggak pak”.. ”bapak lewat jalur? berapa pak?”.. “500rb”
Berarti saya hemat 310rb, alhamdulillah..πŸ™‚

Step2 selanjutnya pun tinggal foto, cap jari, dan tunggu SIM nya..
Ringkasnya, saya berhasil mendapatkan SIM sesuai prosedur yang ada, bersih, sehat, dan berkah.. hehe..

Memang kalau sudah ada niat/kemauan untuk tidak melakukan cara2 ‘ga sehat’ pasti ada jalan.. yang penting usaha dan do’a.. gitu kata pak ustadz..πŸ™‚

 


  1. hendra

    mantep cui enggak pake sogok2an..

  2. Abu Umar..

    wah murah bgt akh kalo lewat jalur sehat..
    ana bisa ga ya?




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: