Mencari Keberkahan Menghindari Kemurkaan..

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkisah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil atau terputus telinganya (cacat).

Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata:

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوا: وَاللهِ، لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ لِأَنَّهُ أَسَكُّ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

“Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian?” “Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat, kecil/terputus telinganya. Apatah lagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka. Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh dunia ini lebih rendah dan hina bagi Allah daripada hinanya bangkai ini bagi kalian.” (HR. Muslim no.7344)

Rasulullah shollallahu’alaihi wasallam juga bersabda,
“Seandainya anak cucu Adam diberikan sebuah lembah yang terdiri dari emas, niscaya dia akan berharap untuk mendapatkan lembah emas yang kedua. (Dia akan terus menjadi tamak, hingga ia mati) dan tanah kuburan akan menyumpal mulutnya” (Sunan Ibnu Majah No.1906, Al-Albani berkata: “Hadits shahih”)

————————–

Memang sudah menjadi sifat kebanyakan manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang di dapatkannya. Ia selalu tidak merasa cukup atas harta yang diperolehnya. Sudah berpenghasilan tinggi, tapi korupsi. Aneh kan?
Ini bukan berarti kita dilarang untuk mendapatkan harta banyak. Yang dilarang adalah, cara memperoleh harta yang tidak diperkenankan dalam Islam, yang melanggar syari’atNya. Itu lah mereka yang menjadikan dunia sebagai tujuan. Menghalalkan segala cara demi mendapatkan harta kekayaan. Melakukan korupsi, menipu, masuk ke dalam sistem perjudian, menganggap remeh sistem ribawi dan menikmatinya, dll..

Tidak takut kah mereka dengan tidak diberkahinya harta tersebut oleh Allah?
Harta banyak, tapi sering sakit2an, hingga ia dilarang makan ini makan itu..
Harta banyak, tapi anak durhaka, yang pasti menyusahkan orang tua..
Harta banyak, tapi keluarga berantakan..
Harta banyak, tapi barang sering rusak atau hilang..
Harta banyak, tapi hanya kegelisahan yang ada dalam jiwanya, ketakutan dalam pikirannya..
dst..

Maukah kita menjadi orang yang berharta tapi Murka Allah yang didapatkan? mari kita renungkan ini kawan..
Hidup bukanlah untuk mengejar dunia, karena dunia pasti kita tinggalkan. Kelelahanlah yang hanya kita dapatkan kalau dunia yang jadi tujuan.

Coba perhatikanlah kuburan2 yang ada. Cukup 2 x 1,5 m tempat tinggal kita nanti. Rumah yang kita tempati akan kita tinggal.. mobil yang kita banggakan akan kita tinggal.. uang yang kita usahakan pun akan kita tinggal.. Lantas, untuk apa kita bersusah payah mengejar dunia? Rasulullah saja menggambarkan dunia ini sebagai bangkai seekor anak kambing yang cacat, bahkan lebih hina lagi.. hmm..

Mungkin terkesan naif sekali.. seolah olah diri ini menyarankan hidup miskin dan menganggap harta tidak lah penting. Jangan salah sangka. Rasulullah dalam beberapa kesempatan mendoakan para sahabatnya agar kaya, terhindar dari kemiskinan, kemudian sebagian para sahabat adalah para pedagang yang kaya, dst.. Ya, justru kita dianjurkan untuk menjadi orang berharta karena dengan harta, banyak sekali keutamaan yg didapatkan. Tapi dengan syarat, harta yang halal dan cara yang benar.

Ingatlah, yang menjadi ukuran kebahagiaan bukanlah pada banyaknya harta yang terkumpul tapi keberkahan yang mengiringinya..

Semoga Allah memberkahi harta yang kita dapatkan, aamiin..


  1. ( ((
    \ =\
    __\_ `-\
    (____)) ( \—-
    (____)) _
    (____))
    (___))____/—-

  2. Acit

    Setuju sekali mas..

  3. Umar

    Pekerjaan halal pun bisa menjadi haram kalo pekerjaan itu menyebabkan kita lalai dari ibadah kepada Allah.

    Semoga kita selalu diberikan PetunjukNya dalam setiap langkah aamiin

    -Umar-




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: