Bikin SIM (1)..

3 Maret 2011
Mumpung ada waktu, saya luangkan hari itu untuk membuat SIM.
Jam 9an saya berangkat menuju tkp, yaitu Kantor Polda khusus penerbitan SIM di jl. Daan Mogot. Baru 100 m dari rumah, saya merasakan ada yang tidak beres dengan motor saya. Ternyata benar. Bocor.
Alhamdulillah ga jauh dari situ, tepatnya sebelum gang masuk ke SMU 35, ada tukang tambal ban. Setengah jam selesai. Perjalanan pun dilanjutkan..Sekitar jam 10 saya tiba di sana.
Ini dia pintu masuknya..

dan ini dia gedung nya..🙂

Saya sudah membayangkan, pasti bakalan banyak calo menawarkan jasa (didasarkan pada pengalaman masuk ke instansi2 seperti itu. Mis, samsat, pengadilan negeri..). Tapi tidak ada tawaran sama sekali begitu saya memarkirkan motor. “Mungkin di dalam”, pikir saya. Saya pun menuju pintu masuk. Dari kejauhan terlihat beberapa orang polisi yg menjaga pintu masuk. “Ada urusan apa?” tanya pak polisi begitu saya sampai. “Bikin SIM pak”. “Form tes kesehatannya?”.. Saya pun harus balik lagi melewati parkiran untuk mendapatkan form kesehatan. Tempat tes kesehatan memang terpisah dari gedung utama. Begitu tiba di loket, iseng ambil gambar karena  ada yang aneh pd tulisan di kaca. Di sana tertulis ‘Saptu’.. ckckck.. Walaupun matkul B.Indonesia sy dpt B (lebih tepatnya B gendut atau nyaris A.. *ga penting), tp saya tau, yg benar itu ‘Sabtu’ bukan ‘Saptu’..  (OOT dikit)

Di tempat tes kesehatan, ada uji penglihatan alias cek mata. Dari jarak sekitar 2,5m, saya disuruh menyebut huruf2 yang ditampilkan. Ada 7 baris (kalo ga salah) huruf2 dimana setiap baris memiliki ukuran yang berbeda. Baris pertama adalah ukuran terkecil. “Sebutkan huruf2 itu?” tanya si ibu penguji. “Mmm.. “, saya menyipit2kan mata, tp masih tidak jelas. Tanpa banyak bertanya, si ibu penguji langsung memindahkan tampilannya ke baris 6. “Ini?”.. dengan sigap saya jawab, “ckgs”.. Si mbak2 yg dari tadi hanya mengamati terlihat menandatangani form kesehatan, “Iyah langsung ke sana ya”..  oh Ternyata cuma gini doang.. Saya kira bakal ada tes lari, push up, sit up, atau apalah gitu.. hehe

Singkatnya saya sudah berada di dalam gedung. Ternyata dugaan saya keliru. Tidak ada orang yang menawarkan jasa pembuatan SIM alias calo.. alhamdulillah..🙂
Saya langsung menuju BRI setelah bertanya ke petugas untuk mendapatkan formulir. Tertulis di meja, 120rb untuk SIM A, 100rb untuk SIM C.. Setelah itu, saya diharuskan mengisi formulir. Ups, saya tidak membawa pensil atau pulpen, lagi lagi -_-
Saya berusaha mencari dimeja2 yang disediakan untuk menulis form, tp tidak ada.. cuma talinya saja yang tersisa atau paling bagus tinggal kulit luarnya, alias batang tintanya ga da..😦
Ya sudah, saya pun keluar untuk membelinya.. Tiga ribu rupiah untuk sebuah pulpen dan pensil 2B.

Selanjutnya adalah mengambil formulir asuransi. 30ribu rupiah plus selembar foto kopi ktp menjadi syaratnya.
Setelah itu lanjut daftar SIM ke loket 2. Sepuluh ribu plus 2 lembar fotokopi ktp sebagai penggantinya. Karena saya hanya punya 1 lbr fotokopi ktp, saya tawarkan fotokopi SIM tp ga boleh. “KTP aslinya aja mas nanti diambil lagi”.. “Oh boleh ya pak..”..
Total sudah 183rb yang saya keluarkan sampai tahap ini..
=>20rb tes kesehatan,
=>3rb pulpen pensil,
=>120rb formulir pendaftaran,
=>30rb asuransi,
=>10rb pendaftaran SIM..

Saya langsung menuju lokasi ujian tertulis diselenggarakan, tertulis dekat pintunya ‘kelas II’. Kurang beruntung. Ujian sudah dimulai dan saya harus beralih ke kelas yg belum mulai, yaitu kelas III. Inilah suasana ruangannya 5 menit sebelum dimulai..

Di sediakan 3 kategori soal sesuai dengan jenis SIM, SIM A, SIM C, dan SIM A/B umum. Setiap kategori memiliki 9 jenis soal yang berbeda2 yang ditandai dengan kode pada soal tersebut. Jadi para peserta ga bisa nyontek, karena beda soal.
Waktu yang disediakan 20 menit untuk 30 soal.  Syarat minimal lulus adalah 18 jawaban benar.

Singkatnya, saya gagal pada ujian ini. Hanya 16 soal yang berhasil saya jawab dengan benar.😦
Eit, tapi masi ada kesempatan. Polda memberikan kesempatan ujian ulang alias remedial test jika ujian pertama gagal hari itu juga. Sekitar jam 2 siang, ujian ulang akan dimulai.
Qodarullah, soal yang saya jawab dengan benar malah lebih kecil dari sebelumnya cuma 15..Huff..

Akhirnya, para peserta yang gagal pada ujian tertulis ini diberikan kesempatan untuk mengulang 2 minggu lagi.
Saya pun pulang dengan tangan hampa..

-bersambung-


  1. 1 Bikin SIM (2).. « My Library

    […] pada ujian tertulis kemarin membuat orang2 di sekitar saya agak menyesali keputusan saya dikarenakan saya ‘sok-sok […]

  2. 2 Bikin SIM (1).. « My Library | Desain Website

    […] here: Bikin SIM (1).. « My Library This entry was posted in Uncategorized and tagged ada-yang, balik-lagi, dari-gedung, iseng-ambil, […]

  3. 3 Bikin SIM (3).. « My Library

    […] cerita pengalaman membuat SIM. Bagi yang belum membaca cerita sebelumnya, bisa diliat di pengalaman pertama (walah kata2nya) kemudian pengalaman […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: