Sebuah prinsip..

Hati manusia siapa yang tahu (kecuali Dia Yang Bersemayam di atas Arsy).. Kemarin hati bilang A, sekarang beralih ke B, entah lusa akan kemana tuh hati.. Banyak faktor yang mempengaruhi bergesernya hati.
Karena itu dibutuhkan prinsip yang kuat untuk dijadikan pegangan jika hati ini mulai goyah. Selama tidak punya prinsip yang jelas dan tegas, bersiaplah hati ini akan berkhianat. Alhamdulillah kalau hati ini bergeser dari arah yg salah ke arah yg benar, itulah yang diharapkan, tapi kalau sebaliknya, hati ini mulai condong ke penyimpangan, pengkhianatan terhadap prinsip (yg benar) yang dipegang, hmm itulah musibah..

Lantas, prinsip seperti apa yang harus dipegang?
Teringat kata2 dari salah satu tokoh film di bioskop indonesia..
Setiap orang pasti punya prinsip dalam hidupnya, biasanya kan berdasarkan apa yang diyakini kebenarannya, betulkan? Prinsip hidup saya berdasarkan Al Quran dan Hadits… Mungkin, orang akan mengatakan saya kolot, kampungan, ga zamani, bahkan primitif sekalipun, saya tidak peduli.. saya bahagia dengan apa yang saya yakini kebenarannya

Ya, memang setiap muslim harus berpegang pada keduanya, AlQuran dan Hadits.. dan tentunya juga harus sesuai dengan apa yang dipahami para sahabat Nabi.. itulah jalan hidup seorang muslim, jalan yang selamat..

Nah, kalau sudah menetapkan prinsip hidup (yang benar), mintalah kepada Nya yang Maha Berkehendak yang bisa Membolak-balik hati manusia.. karena dalam kitab Ad-Da’u wa Dawa yang ditulis oleh Ibnul Qoyyim Al-jauziyah versi terjemahan halaman 41, dikatakan,
Dalam musnad (Ahmad -pen), Anas berkata,
Nabi Muhammad shollallahu’alaihi wasallam banyak mengucapkan, “Ya Allah yang mengubah hati dan penglihatan, kokohkanlah hati hamba-Mu atas agama-Mu

Maka kami (para sahabat -pen) bertanya kepada beliau,”Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang engkau bawa. Apakah engkau khawatir atas kami?”

Beliau bersabda, “Ya, sesungguhnya hati itu berada di antara dua jari-jari Allah. Dia akan membolak-balik kalbu-kalbu tersebut sebagaimana yang dikehendaki-Nya.

Lihat, tak ada jaminan akan berada dimana hati seseorang nantinya. Mereka, para sahabat, yang memiliki berbagai keutamaan saja masih dikhawatirkan oleh Rasul shollallahu’alaihi wasallam.. bagaimana dengan kita yg prinsipnya masih lemah?

So, selalu berdoalah agar hati ini dikokohkan atas pilihan yang benar..


*nasihat untuk diri pribadi




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: