Cinta..

Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga.” begitu kata sang penyair Kahlil Gibran mengenai cinta..Beda lagi kalau kata D’Massiv, katanya “Cinta ini membunuhku”.. Atau ungkapan yang lebih fenomenal, “Sejak dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir” itulah ungkapan PatKai tentang cinta..

Hmm, berbicara mengenai cinta memang tak kan ada habisnya. Masih banyak barisan kalimat mengungkapkan cinta yang bertebaran di mana-mana. Lihat saja beribu-ribu novel kisah cinta mejeng di toko-toko buku,dengar saja curahan hati seseorang di radio, lihat juga sinetron tv dan film bioskop yang mengisahkan cinta dua insan manusia , puisi-puisi dan syair para pujangga yang tak lepas dari lirik-lirik cinta, dan mungkin teman-teman kita yang curhat entah di kantor, di kosan, di kampus, di blog, di facebook, dll tentang kisah cinta mereka, tentang perasaan mereka.. Cinta memang anugrah Allah Ta’ala, fitroh manusia.. jadi, tak ada yang salah..

Dengarlah perkataan Ibnul Qayyim rohimahullah mengenai keajaiban cinta,
Apabila jiwa itu merasa masygul (sibuk) karena memikirkan orang yang dicintai atau karena sesuatu yang tidak disukai atau yang dikhawatirkan, maka seseorang akan kehilangan selera untuk makan dan minum. Bahkan ia tidak merasa lapar dan haus, juga tidak merasa kedinginan atau kepanasan. Dan bahkan tidak sempat lagi merasakan rasa sakit yang bagaimanapun dahsyatnya. Ia tidak merasakannya sama sekali. Setiap orang pasti pernah merasakan hal semacam itu.”

Cinta memang ajaib. Cinta bisa menjadikan seseorang cemas, khawatir, takut, sedih, dan menangis.. Cinta bisa menjadikan seseorang lupa makan, lupa waktu, hingga melalaikannya dari ibadah kepada Allah dan menjauh dari rasulNya..
Cinta juga bisa menjadikan seorang pemalas jadi rajin, seorang jahat jadi baik, seorang kasar jadi lembut, seorang pesimis jadi optimis, seorang bakhil jadi penderma..
Maha suci Engkau yang menganugrahkan cinta kepada setiap hamba-Mu sehingga ia dapat menjadikan cinta itu menjadikannya seorang mukmin yang lebih baik, lebih ta’at, dan semakin cinta kepadaMu.. ya Allah, anugerahkanlah kami cinta yang seperti itu.. Dan kami memohon lindungan dan ampunan-Mu ya Robb jikalau perasaan itu datang dengan membawa kemudhorotan kepada kami, kemudhorotan yang bisa merusak dunia, akhirat, dan agama kami..

Islam, agama yang paling sempurna, telah membimbing umatnya agar tidak terjerumus kepada cinta yang haram, cinta yang merusak, cinta yang membinasakan.
Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal) ” (Al-Baqoroh:165).

Kemudian Rasulullah shollallahu’alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa cinta kepada Allah, benci karena Allah, memberi karena Allah, dan mencegah karena Allah maka imannya telah menjadi sempurna” (HR. Abu Daud)

Lihatlah bagaimana Islam menganjurkan umatnya agar mencintai seseorang karena Allah, karena agamanya. Karena cinta seperti itulah yang akan mendapatkan kemuliaan di akhirat dan mengantarkannya kepada kebahagiaan yang hakiki.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)

Dari Abu Muslim al-Khaulani radhiyallahu ‘anhu dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, dengan sabdanya, ‘Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.’”

Abu Muslim radhiyallahu anhu melanjutkan,
“Kemudian aku keluar hingga bertemu ‘Ubadah bin ash-Shamit, lalu aku menyebutkan kepadanya hadits Mu’adz bin Jabal. Maka ia mengatakan, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, yang berfirman, ‘Cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling tolong-menolong karena-Ku, dan cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku.’ Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Ahmad; Shahih dengan berbagai jalan periwayatannya)

Betapa besar manfaat yang akan kita dapatkan jika kita mencintai seseorang karena Allah. Bukan cinta yang membinasakan, cinta yang tak akan membawa manfaat sedikit pun di akhirat kelak.
Mari kita sama sama merenung hakikat cinta yang selama ini kita rasakan..

Smoga Allah Menetapkan kita pada Ketetapan yang baik hingga kita memperoleh kebahagiaan yang hakiki itu, dan Semoga Allah mengumpulkan kita dan orang-orang yang kita cintai karena Allah di Surga Firdaus Al-A’laa bersama para Nabi, syuhada’, shiddiqin, dan shalihin. Itulah akhir kehidupan yang paling indah..
amiin ya Robbal ‘alamiin..

*Tulisan ini terinspirasi dari seseorang..


  1. Rizki Pebuardi

    Wedew, mantap sekali tulisan Agar Hadi ini..

  2. Indra

    amiin..

    Like this..




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: