The Last Chance…

Akhirnya pupus sudah harapan ogut untuk menjuarai turnamen futsal antar departemen MIPA or cosmic setelah secara menyakitkan kalah oleh Mate’ lewat perpanjangan waktu… Padahal itu adalah kesempatan terakhir gw main di cosmic (kalo taon depan udah lulus!), hiks..hiks… Ya sudahlah, toh kita sudah berusaha memberikan yang terbaik J

Jalannya ILKOM di cosmic
Di babak kualifikasi, ilkom bertemu dengan GFM,Biologi, dan Kimia. Di sini, kita masih ‘cukup tangguh’ untuk Biologi dan Kimia (hehehe..). Masing2 kita ‘kasih kenang2an’ 7-1 dan 8-2. Dengan hasil ini, pastinya udah lolos ke semifinal dong. Karena sudah dipastikan lolos, kita ‘bermain-main’ waktu lawan GFM, hasilnya, kalah 5-2. ( Yaah biar mereka seneng, kapan lg Ilkom baek bgt— hehehe, ngelak nih) Jadilah kita runner up…

Sebagai runner up, kita mendapat lawan juara grup lain, Biokimia. Babak pertama skor masih 0-0. Babak kedua, kita bisa memanfaatkan kelengahan Biokim. Akhirnya kita menang 3-1! Artinya, kita lolos ke final untuk ketiga kalinya..

Di final, kita berhadapan dengan Mate’ yang mengalahkan GFM di semifinal dengan telak, 14-5! (kalo ga salah skornya segitu..).
Jujur aja, kita merasa inilah final terberat di banding tahun sebelumnya. Dilihat dari cara Mate’ main, bagus bgt. Ditambah skor2 yang mencolok saat mereka membantai lawan2nya. Hmm..

Akhirnya final dimulai
Baru berjalan beberapa menit ilkom dah kebobolan lewat kerja sama yang apik ditambah barisan pertahanan yang kurang disiplin, 0-1 utk Mate’. Beberapa serangan yang dibangun ilkom selalu kandas, sebaliknya setiap serangan mereka selalu membuat kewalahan ilkom dan membahayakan gawang, hasilnya Mate dapet penalti setelah bola mengenai lengan ‘dholep no.99’,0-2! Permainan ilkom ga berkembang. Mate’ terus beringas. 0-3……’si Dholep’ pun diganti….keadaan tidak berubah………..tidaaaaak, 0-4……………oh no, 0-5……………. para pemain ilkom ramai2 diganti (entah karena lelah, menyerah, atau mencari solusi atau malahan udah ga sanggup nahan malu, entahlah…wakaranai… i dont know). Skor pun terus bertambah,0-6! Alah maa’….Apa kata dunia?! Tenang tenang, mungkin begitu kata pemain no. ? (lupa..), gw bakal mecahin tuh telor, lo liat ni! Dengan aba2 yang profesional, dia pun menendang. DUGK! Bola melayang melewati pagar pemain dan……… TAKS! Gagal! Kiper berhasil menepis dan corner. Aaah… Seinget gw, itu satu2nya peluang ilkom deh… sadistis! Kembali Si Mate’ belum puas, mereka nambah skor lagi 0-7 (aah, gile nih! Blum pernah kayaknya deh kita dibantai kaya’ gini, yang ada malah kita ngebantai… hiks hiks). Nah, di sini telur ‘menetas’ juga, percobaan keduanya menembak langsung dari kick off berbuah gol. Dengan aba2 yang sama persis dengan yang tadi tapi berbeda posisi, ia mengincar sudut sisi kanan kiper dengan kaki kiri, dan DUGK, bola melayang cepat, melewati pagar pemain, dan kali ini benar2 MASUK walau sedikit tersentuh kiper, 1-7! KEREN! Ia berlari merayakan gol, tapi yang lain, tak berminat sepertinya.. pemain2 yang di bench pun hanya bertepuk tangan kecil, sekecil harapan membalikkan keadaan. Gw cuma bisa memanggilnya dan berkata sip, keren! Tentunya dengan jempol mengacung ke arahnya. Tapi kegembiraan cuma sesaat. Aaah, lagi2 si Mate’ ini blum puas, mereka memperlebar perbedaan skor menjadi 1-8! Gw cuma bisa tersenyum manis, maniiis sekali. Sayang ga da yang ngeliat, semuanya tertuju pada papan skor sekaligus informasi sisa waktu babak pertama. Padahal kalau ada yang ngeliat,minimal mereka akan terhibur oleh senyuman no.99 ini..aah, sayang seribu sayang.
Babak pertama pun usai. Huff, penderitaan dilapangan pertandingan yang baru kali ini gw rasain berakhir, walau hanya sementara …..
Skor yang sangat jelek, buruk sekali untuk para ilkomerz yang melihatnya. Keadaan diperburuk dengan tingkah, sikap, dan mental sebagian pemain. Ada yang nendang gawang sendiri, emosi, cemberut, muram, kusut, kumel, dekil, dll. Dengan sigap, ‘si dholep no.99’ ini menenangkan rekan2nya, memberikan semangat, “yo yo Semangat, kalo kita masih bisa…. bisa bisa… bisa kebobolan lagi hehehe” …”tenang tenang … tahan emosi …mereka akan seneng kalo kita kliatan emosi… kalem kalem.” Trus ada yang ngomong, kalo nanti kita kebobolan, ketawa aj ya hahaha… dan evaluasi pun dimulai. Salah satunya, penampilan gw yang ancur bgt. Itu gw sadari. Katanya sih gw kurang berani. Mungkin.
Yup, babak kedua di mulai lagi. Pemain yang awal kembali diturunkan. ENG ING ENG….
Dalam sekejap ilkom mencetak gol, 2-8, trus……………….3-8, lagi…………4-8, majuuu………………….5-8, seraaaaaang……………….6-8, dan priiiiiiiit…..time out! Penonton kembali bergairah mendukung ilkom, para staf tak resmi yang ada di pinggir lapangan dengan menggebu-gebu memberikan applaus dan semangat buat kita, suasana penuh ketegangan antara memperkecil atau malah melebar lagi. DUA LAGI DI!! Yoooo….
Mulai lagi, Ilkom tak patah semangat, malah terus semangat. Gol yang ditunggu2 akhirnya datang lagi, 7-8! SATU LAGIII! Mate’ bukannya tanpa peluang. Serangan mereka masih sangat berbahaya seperti babak I. Mungkin berkat para staf tak resmi tadi yang ‘memuji2’ penyerang mate’ saat membawa bola, mereka selalu gagal dalam penyelesaian. Nah ini dia! Gol penyama kedudukan akhirnya datang, 8-8! YOOO! Seluruh penonton ilkom bersorak sorai, melompat-lompat, berteriak-teriak, berguling-guling, berjoget-joget, berpelukan, menendang temannya yang ada disebelahnya, memukulnya, bahkan kalo perlu diciumnya (emang gitu ya??!… hehehe), sebaliknya disebrang sana, penonton Mate’ hanya bisa diam, menggeleng-gelengkan kepala, tak percaya. (huh, lo blom tau kalo babak pertama kita ngepur! Ngasih, ngasih!… hehehe, bo’ong bgt kan). Pertandingan terus berjalan alot. Kali ini ilkom yang dibuat terdiam, Mate’ berhasil mencetak gol ‘pertamanya’,8-9! Gantian, suporter Mate’ melakukan hal yang sama seperti suporter ilkom waktu merayakan gol penyeimbang tadi. Eits, jangan seneng dulu! Ilkom kembali beraksi, skor penyama untuk kedua kalinya pun lahir, 9-9!
Pertandingan harus dilanjutkan dengan silver goal, 2 x 5.
Babak pertama perpanjangan waktu masih imbang, tidak berubah. Babak kedua perpanjangan waktu, ilkom kebobolan! Waktu tersisa tinggal 2 menit-an. Ilkom diambang kekalahan. 22 detik lagi. Tapi tiba2, priiit, wasit menunjuk titik putih! PENALTI! Harapan Ilkom tumbuh lagi, minimal memaksa Mate’ melanjutkannya dengan adu penalti. Pemain no.7 mengambil ancang2. Dan…. DUGK…. Bola berhasil ditepis penjaga gawang, suporter ilkom terdiam, kecewa, tenang tenang masih ada bola rebound… tapi sayang bola meluncur terlalu cepat dan jauh…. Akhirnya, pluit panjang dibunyikan wasit. priit..priiiit…! Kami kalah.


  1. wow😮
    apal banget kejadiannya!
    yaiyalah, yang ngejalanin kejadiannya😀
    tapi keren kok pertandingan kemaren kak!
    bikin deg-degan!
    sama kayak pertandingan taun lalu juga!
    bikin penonton ga tahan!

  2. mau ikut taun depan lagi di??
    tunda dulu kelulusannya.. he3… becanda..

    ayo di, semangat.. jangan nonton anime mulu..😀

  3. dholep

    hehe.. omong2.. dholep aslinya disini nih….. ehem2… thanks yah bajunya dah dibalikin… hehehe, bcanda
    blom pernah nyobain , T_T….. tp gapapa tetep keren permainannya

  4. hadi

    hihihi… jadi ga enak.
    Makasih y dah minjemin…

  1. 1 Gantung Sepatu dengan tersenyum… « My Library

    […]   Masih adakah kesempatan gw buat maen di turnamen futsal MIPA?? mmmm.. setelah mendeklarasikan ini dan lagi pula dah males.. kayaknya, gw serahkan sepenuhnya sama 42 […]




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: