Secarik Kertas dan Seutas Bunga
“…untukmu permaisuriku.
Akan kumekarkan kuncup-kuncup bunga kebahagiaan di taman hatimu. Kan kuseka air matamu yang berlinang. Kan kuhembuskan angin segar hingga sejuknya surga kita terasa syahdu. Kini kutabuh genderang pertanda kebahagian akan segera terbit di ufuk rumah.
Kubisikkan padamu dengan penuh kelembutan dan rasa sayang bahwa aku mencintaimu. Rasa cinta ini begitu menggelora dan terpatri dalam lubuk hati.
Ketahuilah, sesungguhnya hari-hari terindah bagiku adalah saat kita bersama-sama mengarungi bahtera hidup ini. Harus jujur kuakui pula bahwa aku bahagia kala Allah menjadikanmu sebagai belahan jiwaku.
Oya, istriku.
Ini ada mawar merah kutitip untukmu. Aku belajar merangkainya selama tiga hari. Kuhadiahkan spesial untukmu. Cantik, cantik terangkai, kan?
Always keep your beauty smile. .
Amboi indahnyaa.. ![]()
*dari potongan note seorang teman di FB (lengkapnya bisa dilihat disini)

Leave a Comment