tertipu..

kita sebagai orang awam tentunya hanya manggut2 wae‘ kalau ada orang yang dianggap alim (entah itu sebutannya ustadz, kyai, syaikh, dll) menyampaikan sebuah hadits. Padahal sebagai seorang muslim, kita haruslah bersikap kritis untuk bertanya, “benarkah itu datangnya dari rasulullah salallahu’alaihi wasallam?” Sayang, sebagian dari kita hanya bisa ‘berlapang dada’ menerimanya tanpa bertanya ataupun mencari kebenarannya.. Padahal ketika skripsi kita diharuskan mempertanggungjawabkan data2 yang kita ambil dan jelas referensinya, “dari mana anda mengambil data ini?”….Kalau kelulusan mahasiswa saja haus melewati tahap2 seperti itu, apalagi ini (hadits) yang menyangkut diterima tidaknya amal seseorang (“luluskah amal kita?”), menyangkut dunia akhirat!! kita harus lebih hati-hati lagi!

Nah untuk itu, beberapa hadits yang telah saya baca dari kitab para ulama (yang terjemahan tentunya) lemah (dho’if ), bahkan tidak ada asal-usulnya (yg artinya ga’ bisa diperiksa sanadnya), di antaranya :–kira2 begini ya maknanya
1. tuntulah ilmu walau ke negeri Cina
2. bekerjalah kamu seolah2 kamu kamu hidup selamanya, beribadah lah kamu seolah2 kamu mati esok
3.Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, barangsiapa yang…bla2…(maaf buru2 sih, jd dipotong, tapi taukan maknanya)
4. Barangsiapa sholatnya tidak bisa mencegah perbuatan keji dan munkar maka sholatnya tidak diterima
5. hadits2 tentang yasinan

ya segitu dulu deh, maaf kurang ilmiah, ini dikarenakan waktu yang terbatas. Nanti akan diupdate coz masih banyak hadits2 populer yang bertebaran dimasyarakat yang ternyata dhoif…

One Response

  1. hihi….
    bener banget bang

Leave a Reply