Waktu awal2 menggunakan motor baru di awal tahun 2008, saya ‘diwajibkan’ untuk menggunakan bensin pertamax oleh ortu. Tanpa banyak protes, saya pun mengikuti saja karena beranggapan, sama seperti mereka, mahal == kualitas lebih bagus. Siapa sih yang ga mau mendapatkan kualitas bagus, apalagi ini motor baru. Harus diberikan perawatan dan perhatian ekstra! Mulailah saya membiasakan diri mampir ke SPBU bagian pertamax (atau pertamax plus). Kesan pertama, cepet. Eit, bukan tarikannya yang cepet loh, tapi antriannya yang cepet (lah, wong ga da yang ngantri) ![]()
Hingga Sampai beberapa bulan belakangan akhirnya saya diam2 beralih ke bensin premium dengan alasan lebih ekonomis (ini sih sebenarnya karena saya sudah mulai pake uang sendiri hehe..), toh waktu itu saya pikir itu tidak akan terlalu berpengaruh pada mesin (perasaan saya –lupa2 inget-, pernah dapet info ttg ini).
Waktu terus berlalu dan saya masih menikmati penggunaan premium sebagai pemasok utama tangki kendaraan saya ini, hingga suatu hari teman saya bertanya heran ketika saya ‘mampir’ ke SPBU bagian premium, “lo pake premium di?”
Ada perasaan bersalah di hati ini (
), karena tidak memberikan yang ‘terbaik’ untuk mesin motor saya (bukan punya saya deh). Dan timbullah pertanyaan dari hati yang paling dalam, “pengaruh ga sih pake premium? Haruskah pake pertamax??”
Selidik punya selidik, usut punya usut, ternyata itu tidak mempengaruhi mesin (kinerja) motor secara signifikan!! Malah bisa dibilang pemborosan kalo pake pertamax! Loh kok bisa??
Dari sini dijelaskan, bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dst), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih ‘bertenaga’.
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.
Jadi pemilihan bensin sangat tergantung pada spesifikasi rasio kompresi kendaraan. Semakin tinggi rasio kendaraan berarti semakin tinggi nilai oktan yang dibutuhkan pada mesin. Nah biasanya mesin dengan rasio kompresi 8 – 9 : 1 diisi dengan bensin beroktan 88 saja sudah cukup, 9 – 10 : 1 diisi dengan oktan 92, dan 10 – 11 dengan 94 (liat di sini).
Lalu berapa rasio kompresi motor saya (sekali lagi ini bukan motor saya, soalnya ga enak kalo ditulis ‘motor bapak saya’ hehe.. )?? Hmm dari Buku Pedoman Pemilik pada halaman spesifikasi tertulis Perbandingan Kompresi = 9,0 :1. So? Cukuplah saya menggunakan premium sebagai bensin utama.
Dan harap dicatat, (ternyata) MAHAL ITU TIDAK SELALU BAIK.
Oia, sebenarnya hal ini sudah disinggung oleh pabrik Honda sendiri melalui buku technical servicenya, Hal- hal Penting yang Harus Diketahui Pemakai Sepeda Motor Honda di bab III pada kesalahan 2. Di situ tertulis:
- Bensin premix mempunyai bilangan oktan yang tinggi (94) dan ini berguna untuk menekan kemungkinan timbulnya gejala knocking (“nglitik”) akibat tekanan kompresnya yang tinggi. Bagi sepeda motor honda yang perbandingan kompresi sekitar 9, penggunaan bensin premium biasa (bilangan oktan = 88) masih memadai.
- Boleh saja orang memakai bensin premix, tapi jangan terlalu berharap bahwa tenaga mesinnya akan bertambah dahsyat atau pemakaian bensinnya menjadi sangat irit, karena siftat oktan tinggi ini hanya untuk menekan timbulnya gejala knocking
- ‘Dengan alasan ekonomis, pemakaian bensin premix untuk sepeda motor honda tidak dianjurkan
Catatan:
- Demikian juga dengan penambahan additive yang dicampur pada bensin, tidak dianjurkan, karena tidak ekonomis.
Haha beginilah orang indonesia (lok kok Indonesia dibawa2?). Jadi inget dari blog seorang teman, kalo orang indonesia secara umum baru akan membaca buku pedoman kalo sudah ada masalah dengan produknya. Kalo belum ada masalah, buku pedoman itu akan terus menjadi buku ‘baru’ yang tak tersentuh ![]()
Dan saya sebenarnya sudah baca buku2 pedoman itu, tapi yaa itu.. the forgotten one.. :hammer:
Oia, satu lagi, motor saya adalah Honda Supra 125 R berwarna merah hitam dengan no. polisi B 6068 PKG hehe..
Filed under: My live | 3 Comments »


