Welcome back..

Seorang sahabat nabi shallallahu’alaihi wasallam, Ali radhiallahu’anhu pernah berkata,
“ikatlah ilmu dengan menuliskannya”
(*)..

(*): keshahihannya masih dipertanyakan apakah benar dari sahabat Ali atau bukan.

Saya hanya ingin mengambil faedah dari perkataan tersebut, karena seiring bertambahnya usia, ingatan manusia akan berkurang.. karena itu diperlukan catatan-catatan untuk mengingat ilmu yang kita dapat..

well, welcome back..

Hati yang tertusuk duri ujian

terkadang menggoyahkan jiwa yang tengah berjalan

Sang hati yang tak kuat menahan

merobohkan sang jiwa yang tengah bersandar

senja langit terasa membawa kesedihan

malam berbintang pun berganti kesepian

fajar pagi tak dapat mengobati hati

sambutan mentari pun menambah lirih

jadilah,

hati perih terasa menyambut hari

jiwa kosong menunggu mati

Kebencian diri menatap hati

kebencian diri mengutuki jiwa

tak ingin mereka tertawa geli

kembali berdiri mereka bermuram durja

saatnya menyingkirkan kebodohan diri

Tersadar akan kekhilafan

berusaha mengalahkan kelemahan

kini jiwa bersandar pada Sang Pemilik Hati

hati yang tertindas perih

Dibiarkan mati berganti kearifan hati

Bagai segenggam garam dalam danau kini

Ketawaran rasa mengalahkan pahitnya perih

wahai Pejuang jiwa yang bersandar Robb Ilahi

yang tak akan tertindas malam kesedihan

yang tak akan terbawa arus kematian

teruslah berjalan mematahkan duri

teruslah berjuang menggapai yg dinanti

hingga Sang Pemilik Jiwa meminta untuk kembali

tetaplah tersenyum menapaki hari

20 Syawal 1432 H

Bikin SIM (3)..

Karena kesibukan saya (padahal males), akhirnya saya berkesempatann juga melanjutkan cerita pengalaman membuat SIM. Bagi yang belum membaca cerita sebelumnya, bisa diliat di pengalaman pertama (walah kata2nya) kemudian pengalaman kedua..

Sekarang, mari kita lanjutkan..

Dari tes praktik kemarin, jujur saja, saya pesimis akan bisa melewatinya. Tes yang nyaris mustahil bisa dilewati oleh banyak orang kecuali mereka yg sudah terlatih ditempat itu, begitu anggapan saya.
Begitu saya ceritakan kegagalan ini, mereka (keluarga dan teman) semakin mendorong saya untuk lewat jalur cepat alias jalur tidak sehat atau nyogok istilah pasarannya. Well, usaha mereka berhasil, saya pun terpengaruh (roboh juga pertahanan saya hehe). Alasan utama, tentunya masalah waktu. Karena saya sudah bekerja kembali, tentunya akan cukup merepotkan jika saya harus bolak-balik.

Hari itu pun tiba,
31 Maret 2011
Berangkat jm 10an. sampe setengah11an.
Tidak lupa, saya sudah menyiapkan ‘rezeki’ x ribu rupiah di saku untuk si instruktur (hehe buat jaga-jaga). Begitu sampai sana, saya langsung menuju tkp. Seperti biasa (sepengamatan saya), tidak ada sekali pun saya mendapati kendaran itu digunakan untuk praktek. Paling2 mereka (para pengurus SIM) hanya sampai tenda, tempat polisi instruktur berada, kemudian langsung balik lagi.. tanpa sama sekali menyentuh kendaraan..hmm..

Ada dua orang polisi instruktur di tenda, yang satu masih muda yang satu lagi sudah agak tua. Yang menjadi pendamping tes adalah yang muda. Tanpa penjelasan panjang lebar, saya langsung melakukan tes.

Tes 1, Maju dan muncur lancar.. :)
Tes 2, maju zigzag.. menjatuhkan satu tiang.. :(
Tes 3, mundur zigzag lancar.. :)
Tes 4, parkir mundur lancar.. :)
Tes 5, parkir paralel pun lanacar.. :)

Jujur saja saya tidak menyangka akan selancar ini, alhamdulillaah.. :D
Tapi.. si pak polisi muda ini sepertinya ‘tidak terima’. Dengan berbagai alasan seperti, ‘jalannya masih kyak pemula’, ‘menjatuhkan 2 tiang’, dll, ia minta saya untuk mengulang lagi seminggu kemudian kalau tidak bisa sebulan lagi.. Saya pun memberikan alasan kepadanya kalau saya khawatir tidak sempat karena ada rencana keluar kota.. ia pun memberikan saran, ‘ya udah setahun lagi atau sesempatnya’.. Gubrak. Ini polisi ngajakin ribut kayaknya hehe.. saya pun langsung tanggap, ooh pasti minta ‘itu’ ya.. ya sudahlah.. baru berniat mengambil sesuatu di saku baju eh si pak polisinya keluar.. ga jadi deh.. :)
Di tenda, ada pembicaraan sejenak. Intinya, pak polisi tua itu berkata, ‘Ya sudah, kali ini saya bantu’ dan tanda tangan pun dilakukan.. Luluus.. :D

Kemudian kembali ke loket tempat praktek untuk mendapatkan surat keterangan lulus.. sambil menunggu saya perhatikan mereka yang sedang tes kendaraan roda dua dan beberapa temannya yang juga menunggu tes..
“Kena biaya berapa mas?” tiba2 seorang keturuan cina -yg juga sedang menunggu bertanya pada saya..
“kena apa pak? oh,190rb” saya agak kaget..
“190?? ga lewat ‘jalur’ ya?” tanyanya lagi..
“maksudnya pak?” maklum saya ga tau istilah itu apa maksudnya.. saya pun langsung paham, “oh, enggak pak”.. ”bapak lewat jalur? berapa pak?”.. “500rb”
Berarti saya hemat 310rb, alhamdulillah.. :)

Step2 selanjutnya pun tinggal foto, cap jari, dan tunggu SIM nya..
Ringkasnya, saya berhasil mendapatkan SIM sesuai prosedur yang ada, bersih, sehat, dan berkah.. hehe..

Memang kalau sudah ada niat/kemauan untuk tidak melakukan cara2 ‘ga sehat’ pasti ada jalan.. yang penting usaha dan do’a.. gitu kata pak ustadz.. :)

 

“…untukmu permaisuriku.

Akan kumekarkan kuncup-kuncup bunga kebahagiaan di taman hatimu. Kan kuseka air matamu yang berlinang. Kan kuhembuskan angin segar hingga sejuknya surga kita terasa syahdu. Kini kutabuh genderang pertanda kebahagian akan segera terbit di ufuk rumah.

Kubisikkan padamu dengan penuh kelembutan dan rasa sayang bahwa aku mencintaimu. Rasa cinta ini begitu menggelora dan terpatri dalam lubuk hati.

Ketahuilah, sesungguhnya hari-hari terindah bagiku adalah saat kita bersama-sama mengarungi bahtera hidup ini. Harus jujur kuakui pula bahwa aku bahagia kala Allah menjadikanmu sebagai belahan jiwaku.

 

Oya, istriku.

Ini ada mawar merah kutitip untukmu. Aku belajar merangkainya selama tiga hari. Kuhadiahkan spesial untukmu. Cantik, cantik terangkai, kan?

Always keep your beauty smile. . 

Amboi indahnyaa..  :)
*dari potongan note seorang teman di FB (lengkapnya bisa dilihat disini)

Terbang..

Untuk pertama kalinya, saya akan ‘terbang’ ke luar Pulau Jawa. Yap, besok saya akan ‘diterbangkan’ ke Pulau Lombok. Dan karena ini untuk pertama kalinya saya ke luar, pastinya akan menjadi pengalaman pertama juga naik pesawat (ehem ehem, uhuk uhuk).. hahaa jadi ga enak badan nih..

Ada sedikit perasaan nervous juga..
Bismillah, mudah2an sampai tujuan dengan selamat, aamiin..

Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.